"Dengan demikian, jika takwa adalah buah dari puasa Ramadan yang dilakukan oleh setiap Mukmin, idealnya usai Ramadan, setiap Mukmin senantiasa takut terhadap murka Allah SWT," ujarnya.

Takut terhadap murka Allah SWT maksudnya, lanjut dia, adalah mereka berupaya menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Mereka berupaya menjauhi kesyirikan. Mereka senantiasa menjalankan ketaatan.

Termasuk mereka takut untuk melakukan perkara-perkara yang haram. Mereka senantiasa berupaya menjalankan semua kewajiban yang telah Allah SWT bebankan kepada dirinya.

Maka, menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya tentu dengan mengamalkan seluruh syariah-Nya baik terkait aqidah dan ubudiah; makanan, minuman, pakaian dan akhlak; muamalah (ekonomi, politik, pendidikan, pemerintahan, sosial, budaya, dll); maupun ‘uqubat (sanksi hukum) seperti hudud, jinayat, ta’zir maupun mukhalafat. 

"Inilah takwa hakiki, buah Ramadan sebulan penuh. Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita agar kita bisa memetik buah Ramadan. Tandanya akan terlihat setelah puasa," tutupnya. (B)