KENDARI,TELISIK.ID - Siang yang cukup terik dimanfaatkan Ino untuk beristirahat setelah lelah berkeliling menjajakan jualannya di sejumlah tempat di Kota Kendari. Ino memarkirkan motornya di pinggir jalan sambil menunggu orang yang hendak membeli tape ubi yang ia jual.
Warga Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan ini baru empat bulan terakhir beralih menjadi penjual tape keliling. Sebelumnya ayah dua anak ini bekerja sebagai kuli bangunan, namun karena pendapatan yang tidak menentu ditambah aktivitas pendirian bangunan yang berhenti akibat COVID-19, sehingga Ino banting stir menjadi penjual tape keliling.
"Kalau jadi buruh bangunan gajiannya kadang-kadang tidak pasti, kalau jual tapi sudah pasti ada pendapatan setiap hari meskipun kecil," ucapnya sambil tertawa kecil.
Setiap harinya Ino menjajakan jualannya sebanyak 70 bungkus, dimana setiap tiga bungkus dijual Rp 10 ribu. Jika jualannya laris dia bisa membawa uang sekira Rp 200 ribu, namun adakalanya dia hanya bisa membawa pulang uang puluhan, bahkan belasan ribu.
Seperti itulah salah satu gambaran masyarakat di masa pandemi. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memperoleh pendapatan dan bertahan hidup.
