"Masuk 2021 di kuartal pertama berarti Januari, Februari, Maret, sudah ada perbaikan tapi kita masih di angka minus 0,74," ungkap presiden.

"Target kita kuartal kedua kurang lebih harus di atas tujuh persen, tapi indikasi ke arah sana ada, tergantung kerja keras kita bersama," tegas presiden.

Indikator lain pergerakan ekonomi lanjut presiden, juga terlihat pada peredaran uang kartal selama lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah sebanyak Rp 154,5 triliun, atau terjadi peningkatan sebesar 41,5 persen dibanding tahun 2020.

Dari 10 daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif di kuartal pertama tahun 2021, Provinsi Papua berada pada peringkat pertama dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 14,28 persen, Bangka Belitung, 13,45 persen, Sulawesi Tengah sebesar 6,26 persen, Jogjakarta sebesar 6,14 persen dan Sulawesi Tenggara sebesar 0,06 persen.

Presiden berharap semua provinsi terus bekerja, sehingga kuartal kedua tahun 2021, terjadi pertumbuhan ekonomi positif di semua provinsi. (A)