"Es dawet inikan minuman tradisional, kita bawa dari kampung, kita perkenalkan di daerah-daerah lain. Alhamdulillah di Kendari banyak penggemarnya," tutur Suyatno, Sabtu (10/5/2025).
Dengan berjualan es dawet, Suyatno mengaku bisa menghasilkan uang Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per hari. Meski demikian, suyatno mengaku pendapatannya sangat bergantung pada bahan.
"Saya jual Rp 5.000 per kap, alhamdulillah sehari itu kadang Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, tapi sekarang agak susah karena bahan-bahan mahal, akhirnya untungnya tipis," terangnya.
Baca Juga: Derita Warga Tunggala Kendari, Langganan Banjir Lumpur Tanpa Perhatian Serius Pemerintah
Lewat usahanya yang sederhana itu, Suyatno berharap bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga sukses.
