“Seakan-akan kita dianak tirikan di sini, di atas bagus, jalannya mulus, di bawah sana juga mulus (Jl. Poros Nanga-Nanga). Nah ada apa kita di sini,” katanya dengan penuh pertanyaan, Kamis (18/1/2024).
Ia keheranan dengan sikap pemerintah, padahal jalan ini merupakan jalur menuju objek wisata Kebun Raya Kendari, dimana banyak tamu-tamu dari kantor pemerintahan dan wisatawan dari luar kota melewati jalan tersebut.
Lebih lanjut, ia menerangkan, kondisi jalan yang rusak ini sudah lama terjadi, bahkan ia pernah sampai mengatakan pada pekerja jalan bahwa akan menanam pohon pisang di tengah jalan karena tak kunjung diperbaiki.
Warga lainnya, Sarding mengatakan, yang dilakukan pemerintah hanya datang menambal jalan bagian berlubang, sedangkan pengaspalan belum dan hanya di bulan Oktober lalu ada pengerasan jalan.
"Inipun ada tiga hari yang lalu, baru ditambal, tapi hanya ditambal begitu ji. Belum ada perbaikan, pengerasan kemarin kayaknya di bulan-bulan 10 (Oktober)," ungkapnya.
