Syahria, pemilik warung di sekitar jalan rusak, merasakan dampak dari jalan rusak tersebut, terlebih saat kemarau, debu jalan memenuhi sepanjang pemukiman masyarakat.

"Ya, maunya kita sih diperbaiki secepatnya, kalau musim hujan tidak ada debu, tapi kalau musim kemarau, minta ampun debunya," ungkapnya.

Tidak hanya itu, bahkan masyarakat sampai pasrah terhadap pemerintah karena sampai sekarang kondisi jalan masih belum ada perbaikan.

"Ya itu, terserah pemerintah saja lah, mungkin ada yang lebih penting dari ini, kalau ada anggaran, ya segeralah di perbaiki," ungkap Ahmad, warga Kelurahan Mokoau.

Sebelumnya, tim Telisik.id telah melakukan konfirmasi terkait kondisi jalan tersebut di Kantor Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara pada Rabu (17/1/2024).