"Sebenarnya mulai dari 2022 kemarin, kita ada intervensi di jalan Halu Oleo, kurang lebih Rp 5 miliar, tapi pada saat pelaksanaan terjadi putus kontrak, jadi tidak selesai," jelasnya.
Berhubung tahun 2023, jalan tersebut sudah berstatus jalan provinsi, Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan penanganan kurang lebih 2,1 Km dengan anggaran Rp 8 miliar di tahun 2024 melalui dana alokasi khusus (DAK).
"Sekarang ini, kita lagi penyusunan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) untuk percepatan proses lelang, mudah-mudahan di sesi instruksi PJ Gubernur Sulawesi Tenggara, kalau tidak ada halangan kita akan berkontrak di bulan Maret," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, target penanganannya sepanjang 2,1 Km untuk satu jalur (sebelah kanan dari arah kantor gubernur) dan ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2024. (A)
Penulis: Apriadi Mayoro
