KENDARI, TELISIK.ID - Salah satu petugas kebersihan, LW (54), merasa dieksploitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari karena sistem kerja yang dianggap tak manusiawi. Dia akhirnya putuskan untuk berhenti bekerja.
Bagaimana tidak, LW mengaku dalam 30 hari kerja, dirinya dan tim harus bekerja sebanyak 40 sampai 42 kali untuk mengangkut sampah.
"Dalam seminggu, kami kerjanya 10 kali. Jadi kadang sebulan, kenanya 40 sampai 42 kali karena ada tanggal 31," ungkap LW pada Telisik.Id.
Selama hampir dua tahun bekerja sebagai petugas kebersihan di DLHK, sistem kerja yang ia sebutkan baru berlaku pada bulan September lalu.
Baca Juga: Vaksinasi Lansia Capai 57,93 Persen, Kadinkes: Mereka Sulit Dirayu
