"Sistem seperti ini baru berlaku bulan September, alasannya katanya untuk bantu Pak Wali Kota," imbuhnya.

Selain itu, LW menambahkan, hal-hal yang ia keluhkan selain adanya sistem utang yakni wajib mengganti pekerjaan tersebut di hari lain, juga persoalan izin sakit yang tidak diterima oleh atasan, anggota tak lengkap dianggap tim tak kerja, dan upah kerja yang dianggap tidak sesuai.

Hal tersebut dibenarkan oleh petugas kebersihan lainnya, HR (25). Sistem kerja seperti yang diungkapkan LW juga memberatkan dirinya.

"Kerja penuh tekanan, gaji tidak sesuai," kata HR.

Meski demikian, sebagian besar petugas kebersihan pun memilih untuk tetap bertahan.