Terpisah, Kepala DLHK Kota Kendari, Nismawati, memberikan tanggapan terkait keluhan mantan petugas kebersihan tersebut.
"Jadi tiap sopir ada kewajibannya satu kali, kemudian di dalam satu minggu ada tiga kali kerja bakti. Misal, hari Selasa, Kamis, dan Sabtu harus turun 2 kali, hari selain itu 1 kali. Jadi memang 10 kali dalam seminggu mereka (petugas kebersihan) turun," jelas Nismawati.
Kepala DLHK Kota Kendari juga menuturkan bahwa sistem kerja yang telah ia jelaskan merupakan program pemerintah dalam rangka menanggulangi permasalahan sampah di Kota Kendari.
"Sistem utang atau mengganti memang harus berlaku dek, kalau tidak, permasalahan sampah di kota ini tidak akan selesai," tuturnya.
LW sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan pihak DLHK perihal keluhan yang ia dan teman-temannya rasakan, namun tidak mendapat respon seperti yang diharapkan.
