Oleh: Dr. H. Muh. Ikhsan, S.Ag, M.Ag
Dosen IAIN Kendari
TRANSFORMASI IAIN Kendari menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Qaimuddin Kendari bukan sekadar perubahan nomenklatur institusional, melainkan lompatan epistemik, kultural, dan peradaban. Perubahan ini menandai fase baru perguruan tinggi keislaman di Indonesia Timur dalam merespons tantangan zaman: disrupsi teknologi, krisis ekologi, polarisasi sosial, dan degradasi etika publik.
Universitas, dalam makna klasik maupun kontemporer, adalah rumah peradaban (domus civilitatis)—ruang di mana ilmu, nilai, dan kemanusiaan dirawat secara berkelanjutan. Karena itu, kelahiran UIN Sultan Qaimuddin Kendari harus dibaca sebagai misi keadaban, bukan sekadar ekspansi akademik.
Fondasi Historis dan Simbolik Transformasi
