Gotong-royong dibutuhkan sepanjang hidup, mengingat hidup bukan cuma diwarnai oleh pesta hahaha, sakit, dan kematian. Gotong-royong justru diperlukan di saat sesama, misalnya, ketiadaan modal untuk memulai usaha dan melanjutkan pendidikan. Gotong-royong diperlukan untuk membuat mereka yang layak dibantu menjadi mandiri dan kembali kepada gotong-royong.    

Konkret, gotong-royong terus dibutuhkan bukan dalam omong-omong belaka. Gotong-royong dibutuhkan oleh sesama anak bangsa, baik di level sanak-saudara, kelompok masayarakat, maupun berbeda etnis dan agama.  

Tingkat kemiskinan atau keterancaman menjadi miskin selalu berjalan beriringan dengan kemiskinan sosial atau kemiskinan pikir nirkepekaan hati. Maka, jika di depan mata ada 100 maling, penipu, garong, jurufitnah, penjahat seks atau penjahat lainnya, jangan tambah jumlah itu menjadi 101 dan seterusnya. Di dalamnya, termasuk perilaku cuek, seolah tak tahu, lantas mendiamkan kerawanan sosial terus terjadi! (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS