Negara Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang begitu kompleks, hal ini dapat dilihat dari pembentukan dan perubahan kurikulum pendidikan yang berulang dilakukan, kualitas pembelajaran yang dinilai tidak mampu memberikan hasil yang diharapkan, kinerja guru yang tidak dihargai, hingga persoalan peserta didik yang minim adab.
Bangsa Indonesia sebenarnya membudayakan aturan yang banyak mengajarkan moral dan norma kebaikan, namun dengan maraknya kelakukan siswa yang kurang adab pada guru, menunjukan adanya krisis moral yang terbentuk akibat dari penerapan sistem sekuler dan liberal di kehidupan saat ini.
Dampak paham ini benar-benar membuat moral siswa makin terkikis. Pendidikan lebih fokus pada urusan akedemik berupa nilai dan ranking, skill dan pencapaian duniawi, hingga terlena dan mengesampingkan urusan karakter yang beradab dan berakhlak.
Kelakukan siswa yang niradab pada guru merupakan sinyal atas sistem pendidikan kita yang perlu dibenahi. Kasus senada yang terus berulang sejatinya menjadi tamparan keras bagi kita terhadap jalannya sistem pendidikan saat ini.
Berbagai macam program yang dilakukan untuk menyolusi persoalan pendidikan, faktanya belum berhasil hingga saat ini. Sebut saja kampanye “Profil Pelajar Pancasila” sering disuarakan. Nilai-nilai baik seperti beriman, berakhlak, gotong royong kerap diajarkan, tapi kasus pelajar yang kurang adab terhadap guru selalu saja terjadi, artinya nilai-nilai itu belum benar-benar hidup. Masih sebatas slogan, belum jadi karakter yang mendarah daging pada diri siswa.
