Hasil survei Poltracking Indonesia pada bulan Agustus kemarin, memperlihatkan bahwa kepuasan publik terhadap Pemerintahan Prabowo yang pada Oktober 2025 masih berada di angka 78,1 persen, turun menjadi 74,1 persen pada Maret 2026.
Kemudian, merosot kembali menjadi 72,2 persen pada Mei, merosot cukup tajam menjadi 58,4 persen pada Juli, dan kembali turun menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026. Dengan demikian, hanya dalam rentang Maret hingga Agustus, sekitar 6 bulan saja tingkat kepuasan publik tergerus sekitar 19 persen.
Angka 55,1 persen memang masih menunjukkan mayoritas publik menyatakan puas. Namun, bukan posisi angkanya, melainkan arah trennya yang terus menurun, itu yang perlu dicermati. Sebab, penurunan secara konsisten menunjukkan adanya perubahan penilaian publik terhadap kinerja pemerintah. Ini bukan sekadar fluktuasi survei biasa.
Meski kepuasan publik mengalami penurunan tetapi tingkat kepercayaan masih dalam kondisi lebih baik. Sebab Agustus 2026, menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah berada di 63,2 persen, masih lebih tinggi dibandingkan kepuasannya yang 55,1 persen.
Artinya, sebagian masyarakat masih memberikan kepercayaan, tetapi mulai merasa bahwa kinerja pemerintah belum sepenuhnya memenuhi harapan mereka.
