KENDARI, TELISIK.ID - Pedagang pakaian bekas atau rombengan (RB) yang berada di Pasar Lawata Kendari, mengalami penurunan pendapatan secara drastis hingga nyaris membuat mereka gulung tikar.

Salah seorang pedagang di Pasar RB Lawata, Susnawati (38), mengatakan, minat pelanggan untuk membeli rombengan selama pandemi COVID-19 sangat jauh berbeda dibandingkan sebelum pandemi.

"Beginimi keadaannya kita setiap hari kasihan, sebelum pandemi bisa kita dapat 1 jutaan rupiah dalam seminggu, bahkan lebih, tapi sekarang syukur-syukur dapat Rp 50.000 per hari," ungkapnya.

Tak hanya itu, selain kurangnya pendapatan, biaya pengiriman dan biaya pakaian RB yang didapatkan dari Kota Bandung itu melonjak naik hingga membuat pedagang merugi.

Baca juga: Satgas PEN Klaim Realisasi Dana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Rp 423,32 Triliun