"Pokoknya selama pandemi semua biaya naik, ongkos kirimnya bahkan sampe Rp 450.000 per ball (karung), padahal dulu Rp 250.000 ji, tapi harga jualnya tetap sama, biarpun rugi yang penting laku," lanjut dia.
Meski begitu, ia tetap semangat berdagang demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
"Maumi diapa kasian, kita menjual saja supaya ada uang jajannya anak-anak dan untuk beli beras juga," tutupnya. (B)
Reporter: Sasmiraza
Editor: Haerani Hambali
