Apalagi sejauh ini jumlah pendukung penantang Gibran-Teguh yakni Bagyo-Supardjo juga sudah mencapai 38.831 dukungan atau lebih besar dari syarat dari KPU minimal 35.870 dukungan. Ditambah lagi adanya isu politik dinasti.

Baca juga: Dua Daerah Lagi, PAN Segera Finalkan Rekomendasi di Pilkada Sultra

Ketika isu tersebut semakin besar menghantam pencalonan Gibran untuk menduduki kursi Wali Kota Solo, maka suara Gibran juga bisa sangat terancam.

“Bisa dengan isu politik dinasti membuat Gibran keteteran,” tuturnya.

Ia mengingatkan, tentang sejarah Pilkada Jakarta yang akhirnya membawa Anies Baswedan menjadi gubernur.