Diakui Joko, meskipun harga minyak goreng itu mahal, namum ia merasa tak tega jika harus menaikan harga atau merubah ukuran gorengannya kepada pembeli.
"Takut aja, nanti kalau harganya dinaikan pelanggannya kabur," jelas Joko.
Dikatakan Joko, jualan makanan sudah menjadi risiko, jika bahan dasar naik dan berpengaruh dengan usaha yang dijalankan, namun ia berprinsip meskipun untungnya sedikit, asalkan usahanya tetap lancar dan pelanggan juga ikut senang.
"Yang penting usaha lancar, dagangan habis. Sudah, Alhamdulillah Pak," ucap Joko.
Hal senada juga dikatakan Fitri (61), yang menjual gorengan di simpang empat Kelurahan Ambekairi. Selama menggeluti usahanya bertahun-tahun, dirinya tidak pernah menaikan harga atau merubah ukuran gorengannya meski harga minyak goreng naik seperti saat ini.
