KUPANG, TELISIK.ID - Berdasarkan catatan neraca Bank NTT dalam lima tahun terakhir, aset Bank NTT terus mengalami pertumbuhan, khususnya dalam dua tahun terakhir meski pandemi COVID-19 terus berdampak pada semua sektor.

Aset Bank NTT mengalami pertumbuhan positif sebesar 8,75%. Tak hanya itu kredit pun mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,98%.

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, kredit konsumsi mengalami pertumbuhan 9,96% tetapi sesungguhnya kredit konsumsi tidak bersifat konsumtif, namun mendongkrak pertumbuhan ekonomi produktif, di mana sebagian besar penyerapan sektor kunsumsi digunakan oleh ASN.

"Untuk memperkuat ekonomi rumah tangganya, seperti usaha-usaha kios kecil maupun usaha-usaha produktif kecil. UMK kita juga sudah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, yang bertumbuh menjadi 7,53% yakni antar lain korelasi dengan program Desa Binaan," bebernya.

Dengan demikian dana pihak ketiga (DPK) di tengah-tengah situasi yang sulit untuk investasi dan berbelanja berbagai sektor keuangan, tetapi kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dananya di Bank NTT semakin tinggi.