Menurut Alexander, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 23,49% yang didominasi oleh deposito 42,48?ri Rp 4,5 triliun bertumbuh menjadi Rp 6,5 triliun.
Sedangkan giro memang bertumbuh, tetapi tidak optimal karena dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap pengelolaan keuangan daerah dan negara terkait refocusing anggaran terhadap program-program super prioritas untuk berhadapan dengan pandemi COVID-19.
Yang paling istimewa, mendapat kepercayaan dari pemilik bank ini, respon luar biasa dari pemangku kepentingan di setiap kabupaten/kota dan provinsi, di mana sesuai dengan Peraturan OJK bahwa tahun 2021, semua bank termasuk BPD seluruh Indonesia wajib memenuhi modal inti umum minimal Rp 2 triliun.
"Berkat komitmen yang kuat dari para pemilik, kondisi kita per hari ini sudah melampaui Rp 2 triliun,” ujarnya.
Selama tahun 2021 ini, Bank NTT di bawah kepemimpinan `tangan dingin` Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho telah sukses menoreh sejumlah prestasi.
