Lanjut dia, untuk vaksin booster sendiri, pihaknya masih akan melakukan sosialisasi dulu kepada seluruh siswa dan juga para orang tua murid.
"Kan syarat untuk divaksin adalah harus ada persetujuan orang tua, jika tidak yah tak akan divaksin. Lagian jika kami menerapkan vaksin booster, pastinya yang akan menerima pertama yaitu para guru-guru madrasah baru selanjutnya para murid," bebernya.
Baca Juga: FPIK UHO Bimbing Mahasiswa Kembangkan Usaha di Era Digital
Kata dia, yang jelasnya selama proses pembelajaran itu harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena itu menjadi salah satu senjata ampuh untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Di tempat berbeda, Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo, mengatakan, di MAN 1 Kendari sudah menerapkan pembelajaran secara penuh.
