Tantangan lain kata dia, yang sempat ia alami dan peserta olimpiade lain adalah masalah teknis seperti jaringan yang buruk, tetapi dirinya tetap dan melanjutkan sesi lomba.

"Faktor lain juga bisa karena kesalahan teknis pada sistem. Kesalahan teknis pada sistem dapat sangat mengganggu, bahkan bisa membuat peserta kehilangan kesempatan untuk bertanding,” ujar mahasiswa semester lima itu, Sabtu (20/1/2024).

Namun setelah berhasil keluar sebagai juara, Fahriza sangat senang dan bangga atas usaha yang telah dilakukannya dan mendedikasikan hadiah tersebut untuk orang tua dan kampus IAIN Kendari.

“Bersyukur, alhamdulillah bahwa info yang diberikan pihak PRESMANESIA saya sebagai peraih medali emas. I can't believe it, sulit untuk menceritakan perasaan saya. Saya mendapat hasil baik dari semua pengorbanan saya," ujarnya.

"Banyak yang penasaran bagaimana cara saya mengikuti Olimpiade tanpa ada pelatihan khusus, tetapi saya berhasil. Medali emas ini sebagai tanda terima kasih untuk keluarga, serta kampus saya IAIN Kendari,” tambahnya.