Selaku orang tua Fahriza, Popon Rosnaeni mengatakan, sejak kecil Fahriza senang mendengarkan lagu berbahasa Inggris serta konsisten dan kegigihan yang ditanamkan kedua orang tuanya sehingga menjadikan Fahriza yang saat ini.

Baca Juga: Deretan Sekolah Kedinasan di Indonesia Sepi Peminat, Lulus Auto Kerja

“Izzah (Sapaan Fahriza) di rumah seperti anak pada umumnya dan saya sebagai orang tuanya lebih menekankan pada pendidikan agamanya. Walaupun demikian, pada hal akademik saya juga mendorongnya untuk bisa lebih mengembangkan kesukaannya, salah satunya pada bidang bahasa Arab dan Inggris," ungkapnya, Sabtu (20/1/2024).

"Sempat beberapa kali saya mendengar izzah memutar musik bahasa Inggris lalu menuliskan kosa kata yang memang belum Izzah ketahui sebelumnya, sehingga dari situ muncullah ketertarikan akan bahasa inggris. Konsistensi dan kegigihan belajar lah yang selalu saya tanamkan pada diri anak saya,” tambahnya.

Sebagai mahasantri Ma’had al-Jamiah IAIN Kendari, Fahriza adalah orang yang multi talent dan dalam dunia akademik juga cerdas. Hal ini seperti yang diuangkapkan oleh Yupita selaku Musyrifa Ma’had al-Jamiah IAIN Kendari.