Namun, di balik semangat dan keceriaan Wirdat, ternyata dirinya adalah seorang anak yatim piatu yang harus merasakan pedihnya ditinggalkan oleh kedua ibu sejak masih menduduki kelas 1 SD dan ayah sejak ia masih duduk bangku kelas 2 SMA.

“Sebelumnya kedua orang tua sudah meninggal, untuk ibu kelas satu SD, sedangkan bapak kelas dua SMA,” ungkap Wirdat, Minggu (25/2/2024).

Meski sudah ditinggalkan oleh kedua orang tua, Wirdat bersyukur karena kakak-kakaknya tak pernah luput untuk selalu memberikan kasih sayang dan pengajaran agar adik tetap menjadi pribadi yang mandiri dan berprestasi.

Baca Juga: Siswi Peraih Medali Kontes Robot Internasional Masuk di MAN 1 Kendari Lewat Jalur Bebas Tes

“Sejak usia sekitar 8 tahun Wirdad sudah ditinggalkan oleh ibu kami, jadi kami sebagai saudara dan keluarga tidak tinggal diam untuk terus menyemangati, membimbing dan terus memberikan motivasi yang terbaik agar Wirdat terus belajar," kata Wajar Juliadin, salah satu kakak Wirdat.