Ia mengatakan, metode itu membuat siswa antusias belajar dan tingkat kemauan siswa meningkat, terbukti sejak pukul 07.30 Wita sampai 17.00 Wita, siswa masih tetap semangat.

Untuk itu, dirinya mengaku metode gasing ini guru-guru akan terapkan saat proses pembelajaran di sekolah masing-masing, sebab metodenya sangat disayangkan jika hilang setelah masa pelatihan berakhir.

Sementara itu, Koordinator pelatihan metode gasing, Lisbeth Evy Sartika Simamora mengatakan, memang metode gasing dikemas dengan konkret, abstrak dan mencongak, sehingga metode gasing terlihat menyenangkan.

"Nampaknya seperti bermain, tetapi sambil belajar, sehingga guru-guru juga menjadi happy," ungkapnya.

Baca Juga: Budidaya Bawang Merah Bakal jadi Program Prioritas di Muna Barat