Ketika itu, saya mewakili Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) sebagai salah satu narasumber berbagi praktik baik Merdeka Belajar di lingkungan madrasah kepada khalayak. Kedua, di sela-sela kegiatan yang luar biasa itu, berbagai Komunitas Belajar berdiskusi terkait potret dan problematika dunia pendidikan dewasa ini.  

Dalam ruang diskusi ilmiah itu, wajah pendidikan kita selama ini menjadi sorotan tajam. Salah satu yang menjadi sorotan ketika itu adalah pendidikan kita selama ini dinilai terfokus pada peningkatan kemampuan akademik semata.

Hanya menjejali dengan serangkaian teori-teori yang bersifat akademis dan mengisi ruang-ruang kognisi siswa. Sementara di saat yang bersamaan pendidikan kita belum diarahkan pada aspek pengembangan kreativitas, keberanian dan kemandirian berinovasi, dan kemampuan beradaptasi dalam kehidupan nyata.  

Padahal pengembangan kreativitas sangat penting menghasilkan solusi inovatif dan kreatif dalam mengatasi masalah kehidupan nyata. Siswa yang diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, mereka dapat belajar untuk berpikir out of the box dan menghasilkan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Namun sayangnya, dalam sistem pendidikan di masa lalu, kreativitas seringkali terabaikan.

Terlebih lagi, di era digital saat ini, teknologi terus berkembang dan menyebabkan perubahan yang cepat di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Siswa dilatih untuk berinovasi agar dapat belajar untuk beradaptasi dengan perubahan dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang penuh dengan ketidakpastian.