Namun, sistem pendidikan yang menitikberatkan pada aspek akademik saja, tanpa memperhatikan pengembangan kreativitas, keberanian dan kemandirian berinovasi, dan kemampuan beradaptasi dalam kehidupan nyata, dapat menghambat perkembangan individu dan kemajuan bangsa secara keseluruhan.

Salah satu dampak dari keterbatasan dalam pengembangan kreativitas dan kemampuan beradaptasi ini adalah rendahnya tingkat inovasi dan kreativitas dalam berbagai bidang di Indonesia. Indonesia seringkali tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam hal inovasi dan kreativitas.

Hal ini terlihat dari kurangnya produk inovatif yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia, rendahnya tingkat pengajuan paten di Indonesia, serta rendahnya peringkat Indonesia dalam indeks inovasi global.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang lebih holistik dan mengakomodasi kebutuhan individu dalam pengembangan kreativitas, keberanian berinovasi, dan kemampuan beradaptasi dalam kehidupan nyata.

Pendekatan ini dapat dilakukan melalui pendidikan yang lebih berorientasi pada pengembangan keterampilan dan pemecahan masalah, pengembangan kreativitas dan inovasi, serta pengembangan kecerdasan emosional dan sosial.