Produksi minyak kelapa sendiri, kata Mahos, lebih praktis ketimbang memaksa membeli Migor yang mahal.

"Lebih baik saya produksikan kelapa menjadi minyak goreng ketimbang saya harus paksa beli. Buatnya praktis, tinggal kita kupas kelapanya, lalu cuci dan parut, kemudian airnya diperas lalu dimasak. Nah Jadilah minyak goreng yang siap dikonsumsi," tutur Mahos.

Baca Juga: Polres Konawe Ungkap Kepemilikan Ratusan Liter Minyak Goreng di Wawotobi

Menurutnya, minyak kelapa yang diolah sendiri lebih terasa manis dan enak ketimbang minyak goreng dari kelapa sawit yang dijual di pasaran.

Untuk diketahui sebelumnya, stok Migor di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlihat berkurang sejak akhir Februari 2022 lalu. Kondisi ini nyaris terjadi di seluruh toko maupun mini market atau swalayan.