JAKARTA, TELISIK.ID - Kenaikan harga Pertamax memicu potensi migrasi ke Pertalite, memunculkan tekanan fiskal subsidi energi hingga puluhan triliun rupiah pada APBN 2026 Indonesia tahun ini
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter memunculkan perhatian terhadap potensi pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM bersubsidi Pertalite yang dijual Rp 10.000 per liter.
Selisih harga yang semakin lebar dinilai menciptakan insentif ekonomi bagi sebagian konsumen untuk berpindah jenis bahan bakar.
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menyebut tekanan pada fiskal energi sudah terlihat dari tingginya realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi sejak awal tahun.
"Hingga Mei 2026, belanja subsidi dan kompensasi energi naik menjadi sekitar Rp 203,7 triliun atau 45,6?ri pagu APBN, artinya ruang fiskal energi sudah padat sebelum risiko migrasi diperhitungkan penuh," ucapnya, seperti dikutip dari SindoNews, Senin (15/6/2026).
