Baca Juga: Mau Beli Pertalite dan Biosolar? Berikut Cara Daftar Barcode BBM Subsidi Pertamina 2026
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan keterbatasan ruang fiskal pemerintah dalam mengelola subsidi energi, terutama jika terjadi pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite dalam skala besar.
Data yang disampaikan menunjukkan hingga April 2026, realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp 153,1 triliun. Sementara itu, kuota Pertalite tahun ini ditetapkan sebesar 29,27 juta kiloliter, dengan konsumsi Pertamax diperkirakan berada pada kisaran 6,4 juta hingga 7 juta kiloliter per tahun.
Dalam simulasi kebijakan, setiap liter BBM bersubsidi diperkirakan memiliki beban implisit sekitar Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per liter. Dengan selisih harga Pertamax dan Pertalite yang mencapai Rp 6.250 per liter, terdapat potensi kuat bagi konsumen untuk melakukan migrasi konsumsi.
Jika perpindahan pengguna terjadi sebesar 20 persen, tambahan beban subsidi energi diperkirakan berada pada kisaran Rp 3,8 triliun hingga Rp 6,5 triliun per tahun.
