Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-75 ketika wasit sempat menunjuk titik putih karena menganggap terjadi handball. Keputusan itu kemudian dibatalkan setelah pemeriksaan video menunjukkan umpan silang Henrikh Mkhitaryan mengenai dada Mario Gila, bukan tangannya. Pembatalan penalti tersebut menjaga keunggulan dua gol Milan hingga peluit akhir.

Suasana derby sendiri berlangsung meriah sejak sebelum kick-off, dengan koreografi besar dari kedua kelompok suporter di tribun San Siro. Laga ini juga menjadi derby pertama sejak Stadion Meazza genap berusia 100 tahun, hanya dua hari setelah kedua klub mengumumkan rencana pembangunan stadion baru bersama berkapasitas 71.500 penonton untuk menggantikan San Siro. Setidaknya masih ada sembilan derby yang akan dimainkan di stadion ikonik itu sebelum kepindahan yang diharapkan terjadi pada musim 2031-2032.

"Suasananya luar biasa. Gairahnya benar-benar berbeda dari derby mana pun yang pernah saya mainkan," kata Amorim.

Bagi Amorim, kemenangan ini menjadi debut derby yang manis sekaligus penegasan bahwa proyek Milan berada di jalur yang tepat. Ia menilai para pemainnya tampil dengan pendekatan berbeda dibanding saat kalah dari Bologna, terutama setelah kembalinya Gila, Moreira, dan Rabiot ke susunan utama. Namun, ia juga mengingatkan bahwa satu malam besar belum menjamin konsistensi di sisa musim yang masih panjang.

Bagi Inter, kekalahan ini menjadi peringatan pertama setelah awal musim yang nyaris sempurna dengan delapan kemenangan dan satu hasil imbang. Pelatih Cristian Chivu dipaksa melakukan sejumlah perubahan tak biasa karena beberapa pemain absen, termasuk Lautaro Martinez, sementara flu juga mengganggu persiapan tim. Inter kini harus segera bangkit agar tidak kehilangan posisi puncak saat Lazio memainkan laga mereka.