Sementara itu, berbagai stigma selalu dimunculkan ke permukaan. Mulai dari radikalisme, ekstremisme, dan isme-isme lainnya. Hal itu sejatinya dilakukan untuk menekan laju pergerakan politik Islam, agar tak menjadikannya panutan, tapi membiarkan 'oppa korea' dijadikan sebagai teladan.

Sungguh ironis bukan? Secara tidak langsung, milenial difasilitasi untuk menjadi generasi apatis. Sebab, berbicara politik dalam Islam, maka berbicara tentang mengurusi urusan umat.

Baca juga: Ini 50 Universitas Terbaik di Indonesia, Kampusmu Ada?

Teladan Hakiki Bagi Generasi

Generasi muda sejatinya ialah generasi yang memiliki peran strategis dalam membangun peradaban. Di tangannya kekuatan menegakkan nilai-nilai ideologi peradaban sangat besar. Tak heran jika di masa silam, peran pemuda mampu mencetak sejarah yang gemilang. Menghantarkan sebuah negara menjadi negara besar (adidaya).