Namun di kawasan Kecamatan Abeli, penjualan minuman tradisional beralkohol cukup marak dijumpai, mulai dari kameko atau ballo hingga pongasi.

Hal itu dengan gamblang diucapakan oleh seorang ibu SL (52) yang memberikan informasi, terkait penjualan hingga jenis minuman beralkohol tersebut. Untuk kameko dihargai Rp 40.000 untuk satu jerigen ukuran 5 liter, sedangkan untuk kameko putih non alkohol Rp 120.000 untuk ukuran 5 liter.

"Dalam sehari proses pengambilan air nira bisa sampai dua kali, yaitu di waktu pagi dan sore," ungkap SL.

Dalam sehari pendapatan yang diperoleh dari penjualan minuman tradisional tersebut bisa mencapai Rp 320.000 untuk 40 liter.

Sedangkan untuk minuman non alkohol kameko putih cukup jarang diminati, terkecuali mendapatkan pemesanan khusus.