Maka tak jarang pula penikmat minuman beralkohol ini datang jauh-jauh hanya untuk membelinya.
Baca Juga: Alunan Musik Bambu Siswa SMPN 7 Kendari Meriahkan Deklarasi Anti Tawuran
Salah satunya seorang pekerja bangunan NR (29) dari Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga mengaku setiap penerimaan gaji ia selalu memesan air nira pagi hari.
"karena kalau yang diambil sore rasanya sudah lain," ujarnya.
Sungguh ironi memang, pohon dengan sejuta manfaat itu hanya dimanfaatkan sebagai minuman tradisional beralkohol. Padahal, jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadi ladang penghasil uang yang lebih besar lagi bagi masyarakat. (A)
