“Dia tidak akan melakukan itu lebih lama lagi,” ujar Trump, tanpa memaparkan bukti atas klaim tersebut.

Trump bahkan menyebut Kolombia dijalankan oleh sosok yang menurutnya bermasalah.

“Negara itu dijalankan oleh seorang pria sakit jiwa yang gemar membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat,” kata Trump kepada awak media.

Ia kembali menegaskan tuduhannya dengan menyebut adanya fasilitas produksi narkotika, meski tidak disertai data pendukung.

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro sebelumnya menyerukan pertemuan mendesak antara Organisasi Negara-Negara Amerika dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.