“Adanya kecerdasan buatan menggeser nilai kebudayaan di Buton Selatan,” ujar Haerudin kepada telisik.id, Selasa (4/2/2025).

Haerudin mengatakan, banyak generasi muda saat ini lebih memilih transformasi digital, seperti musik virtual daripada instrumen musik tradisional yang biasanya dimainkan secara langsung.

Instrumen musik tradisional, menurut Haerudin, memiliki peran penting dalam mempertahankan tradisi kebudayaan Buton Selatan.

Meski demikian, beberapa tarian tradisional masih dilestarikan, seperti Tari Linda Nggibi yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah, dan Tari Fomani dari Siompu yang hanya boleh dipentaskan oleh ahli waris dari pemilik atribut tarian tersebut.

Untuk mengantisipasi terjadinya kepunahan terhadap tradisi budaya, kini telah berdiri tujuh sanggar seni di berbagai daerah di Buton Selatan, seperti di Desa Hendea, Bahari, Jaya Bakti, Sempa-sempa, Busoa, Siompu, dan Batu Atas.