Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan berencana mengadakan event budaya yang melibatkan seluruh lembaga adat untuk memamerkan kekayaan budaya mereka dari setiap wilayah di Buton Selatan.
Haerudin juga menyayangkan menurunnya penggunaan bahasa daerah lokal (Cia-Cia) yang hampir punah.
Faktor penyebabnya, menurut Haerudin, terjadi akibat kebiasaan anak muda yang sering mencampuradukkan bahasa daerah dengan bahasa Indonesia.
“Bahkan beberapa dari mereka mengalami kesulitan dalam pengucapan bahasa daerah, meskipun mereka bisa memahami arti kata yang didengar,” katanya.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan berencana berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk memasukkan bahasa daerah dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah.
