Jajanan yang dijual pun dapat dikatakan tidak higienis dan tidak sehat untuk siswa. Sehingga pihak sekolah setiap hari Kamis pagi mengadakan sarapan bersama dengan para murid dengan makanan non instan, guna mengurangi stunting.
Karena kurangnya lahan, sekolah tidak mendapatkan bantuan untuk membangun laboratorium, sehingga danaya dikembalikan ke negara karena tidak ada lahan.
Selain tak memiliki kantin, sekolah ini juga tak memiliki pagar, sehingga siswa bisa bebas keluar masuk lingkungan sekolah, bahkan kadang berbelanja hingga ke pasar kali.
Penulis: Rosmawati
Editor: Haerani Hambali
