Baca Juga: Minim Fasilitas, Sekolah Ini Tak Miliki Kantin dan Pagar
Seorang masyarakat sekaligus penjaga kantin, Epik menambahkan, kursi belajar siswa juga masih kurang, sehingga terkadang siswa harus berebut kursi, juga bangunan kelas 5 dan 6 SD yang plafonnya hancur, kaca gedung sekolah banyak yang rusak dan terpaksa dipalang menggunakan papan.
Selain itu, toilet sekolah tidak berfungsi dengan baik karena tempat penampungan air bocor, juga minimnya alat-alat kebersihan seperti tempat sampah yang hanya tersedia satu unit di depan kantor.
Epik juga menambahkan, untuk bantuan dana pendidikan biasanya siswa ada yang memperoleh bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan), maupun bantuan pendidikan dari dana desa setempat.
Dalam pembangunan sekolah yang belum sepenuhnya terealisasi, pihak sekolah selama ini mengaku hanya mengandalkan verifikasi dari pusat. Adapun mekanismenya berupa penginputan dari Dapodik, apakah nantinya sekolah dikategorikan termasuk rusak ringan atau parah, yang kemudian diverifikasi oleh Kemendikbud dan turun ke Dinas Pendidikan.
