KENDARI, TELISIK.ID - Kota Kendari menjadi salah satu daerah dengan jumlah pemulung yang terbilang banyak.
Tidak jarang, di pagi hari sudah terlihat para pemulung berlalu-lalang dengan sepeda dan gerobak mereka, demi mengumpulkan barang-barang bekas di beberapa titik tempat sampah di pinggir jalan raya.
Tingginya populasi, namun sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia membuat profesi memulung menjadi salah satu pilihan untuk tetap bisa bertahan hidup. Pendapatan setiap bulan yang tidak seberapa pada akhirnya tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Bagi sebagian besar orang, profesi memulung adalah profesi yang dianggap rendah. Di mata masyarakat, memulung dengan mengais-ngais tempat sampah, mengumpulkan kardus, botol dan barang bekas pakai adalah profesi yang menyedihkan.
Sekalipun profesi memulung dianggap rendah, sampah-sampah yang kadang dibuang sembarangan oleh orang lain akhirnya dapat terolah dengan baik karena keberadaan mereka.
