"Tentu kami sebagai Pemerintah Daerah tidak boleh ada yang dianaktirikan, kalau orang bermohon tidak boleh kita menolak. Asas ekonomi kita, ekonomi kerakyatan, semua orang berhak mendapatkan akses. Atas dasar itu, sehingga kami menerima armada baru tersebut," terangnya.  

Dalam perjalanannya, kata Junus,  kapal cepat yang lebih awal membuka rute Tobaku-Siwa yakni MV Trans JB, menghitung kondisi penumpang secara ekonomis kurang menguntungkan bagi mereka sehingga pihak perusahaan memilih rute Ternate, Maluku Utara.  

"Meski demikian, mereka berharap jika besok lusa ingin kembali Pemerintah Daerah juga tetap memberi ruang bagi mereka," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini kapal yang melayani penumpang rute pelabuhan penyebrangan Tobaku-Siwa pasca MV. Trans JB tutup yakni Ekspress Bahari 88. (B)

Reporter: Muh. Risal H