SURABAYA, TELISIK.ID - Terjadi peningkatan laka lantas khususnya di perlintasan kereta api di Jawa Timur pada tahun 2022 lalu. Pemprov dan Polda Jawa Timur mencatat pada 2022 melibatkan 42.286 orang.
Jumlah itu meningkat di banding tahun 2021, di mana korban laka berjumlah 30.857 jiwa. Jumlah ini merupakan total laka lantas di dalamnya termasuk di perlintasan kereta api.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, diperlukannya pemasangan palang kereta api di lokasi lintasan kereta yang tak memiliki palang, salah satunya di lintasan-lintasan sebidang lengkap dengan penjaganya. Tak hanya itu, pemasangan rambu lintas kereta juga menjadi hal penting untuk diperhatikan sebagai bagian dari EWS (Early Warning System).
Baca Juga: Jelang HUT Kolaka Timur, Warga Keluhkan Jembatan Penghubung Rusak
Mantan Mensos ini juga menyarankan adanya sosialisasi keselamatan berlalu lintas di perlintasan rel kereta api untuk semua elemen masyarakat.
