"Ada kewajiban menyediakan rapid antigen agar bisa berkendara dari Surabaya ke Bangkalan dan sebaliknya. Ini menjadi pertimbangan apabila sampai pada lebaran haji. Kami juga konsultasi pada pakar epidemologi dan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat," ujarnya.
Untuk memudahkan penanganan COVID-19 di Jawa Timur, Emil menambahkan, Pemprov Jatim juga terus intensif melakukan pemetaan dan pendataan tersedianya Bed Occupancy Rate (BOR). Itu dilakukan untuk mengantisipasi rumah sakit agar tidak terjadi over kapasitas.
"Kita memastikan program di rumah sakit bisa dibagi dengan fasilitasi isolasi, agar mendapat penanganan intesif. Terkait upaya keterbatasan Faskes (fasilitas kesehatan) di Bangkalan, itu fokus kami untuk memastikan rumah sakit penyangga menerima bukan hanya kasus dari Bangkalan saja," tandasnya. (B)
Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan
Editor: Haerani Hambali
