KENDARI, TELISIK.ID - Kemiskinan ekstrem masih menjadi pokok permasalahan penting yang dibahas. Salah satu yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah masih minimnya infrastruktur.

Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda Sulawesi Tenggara, J. Robert, dalam rapat koordinasi teknis perencanaan pembangunan (Rakortekrembang), di Hotel Claro Kendari, Rabu (17/4/2024).

J. Robert menjelaskan, saat ini yang menjadi pembahasan prioritas yakni pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan ekstrem.

Robert mengatakan, angka kemiskinan di Sulawesi Tenggara dari tahun ke tahun masih ada stagnasi, berputar di angka plus minus 11 persen setiap tahun, hanya berkisar sekitar 0,2 sampai 0, 3 persen berdasarkan capaian yang sudah dihitung selama 5 tahun terakhir.

"Target kita di tahun 2025 itu angka kemiskinan bisa kita turunkan. Kemungkinan besar di tahun 2025 mendatang target angka kemiskinan berkurang berkisar di angka 10 sampai 11 persen," kata Robert.