Dikatakan Gus Muhaimin, di masa Bung Karno, politik dijadikan sebagai panglima. Bahkan, pertunjukan ludruk saat itu dilarang. Selanjutnya, pada era Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, ekonomi yang dijadikan sebagai panglima pembangunan.

”Reformasi nggak ada panglimanya sehingga tidak punya arah. Kalau mau punya arah budaya harus jadi panglima karena semua sendi kehidupan ujung-ujungnya budaya yang bisa menguatkan, mengokohkan dan mempersatukan,” tuturnya.

Baca Juga: Muhaimin Beri Sinyal Tambah Parpol Gabung KKIR

Gus Muhaimin menegaskan kesiapannya untuk bersama-sama memajukan kesenian dan nasib para seniman jika diberikan mandat sebagai pemimpin nasional ke depan.

”Intinya mari kita bekerja sama menuju Indonesia yang mencintai seniman. (Kalau saya jadi presiden) tandak, ludruk se- Indonesia aman. Kita akan taati perintah Sakirun (Kirun), saya siap. Kita semua siap menuju Indonesia yang berbudaya,” terangnya.