Lain lagi dengan warga Kecamatan Kambu lainnya yang berstatus mahasiswa, Ega (21) yang mengaku, lebih memilih menggunakan kompor minyak tanah dikarenakan takut menggunakan kompor gas LPG.

Baca Juga: Kedai Kayu 21 Kali Kadia Tempat Nongkrong Pilihan di Akhir Pekan

"Meskipun minyak tanah agak bau dan agak berasap," ungkapnya.

Sementara itu, seorang pedagang, Ode (24) menuturkan, banyak pelanggan yang membeli minyak tanah yang dijualnya masih berstatus mahasiswa.

"Apalagi di sekitar sini banyak yang tinggal mahasiswa," bebernya. (A)