"Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat secepatnya memfasilitasi agar PDAM segera berfungsi dan ketersediaan air bersih bagi warga Kecamatan Batu Putih dapat terpenuhi secara merata," imbuhnya.
Selain Kelurahan Batu Putih, kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari juga dirasakan warga Desa Makuaseng, Kecamatan Batu Putih. Herman, Kepala Desa Makuaseng menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya harus rela mengangkut air dari sungai menggunakan jerigen.
"Ketersediaan air bersih di Makuaseng sangat sulit, warga mengambilnya di sungai menggunakan jeriken. Keberhasilannya pun tidak terjamin, sementara air PDAM sama sekali belum tersedia," bebernya.
Bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial, dapat membeli air gentong seharga Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per gentong. Ada juga menggunakan sumur bor.
"Kami sangat berharap PDAM di Kecamatan Batu Putih dapat segera difungsikan sehingga warga desa Makuaseng dan 10 desa lainnya dapat menikmati air bersih," harapnya.
