"Mereka sengaja mendorong saya sekuat tenaga dan menginjak kaki saya saat saya sedang menuruni tangga, lalu mereka menggeledah saya. Saat pemeriksaan, saya dipukuli dan diberi segelas air. Salah satu tentara wanita menyuruh saya keluar saat saya hampir telanjang, tetapi saya menolak, jadi dia merobek mantel saya. Saya ingin mengancingkan mantel saya. Jadi dia menghentikan saya, lalu mereka memasukkan saya ke sel bersama tahanan perempuan lainnya yang tidak memiliki kebutuhan hidup minimum,” ujar Zainab, dilansir Middle East Monitor, Senin (11/12/2023).
Kemudian, Zainab dipindahkan ke Penjara Damon yang terkenal kejam dan diizinkan mengunjungi klinik. Di klinik itu, Zainab memberi tahu tim medis bahwa dia telah menderita kanker sejak 2009 dan memerlukan pemeriksaan.
Zainab yang merupakan ibu dari lima anak, dijadwalkan hadir di pengadilan hari ini. Dua anak Zainab berada dalam tahanan Israel. Diperkirakan 55 tahanan perempuan Palestina ditahan di Penjara Damon, termasuk dua perempuan hamil dan 15 perempuan asal Gaza. (C)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
Editor: Haerani Hambali
