BUTON SELATAN, TELISIK.ID – Situs budaya mata air Raano yang terletak di Desa Bola, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, menyimpan cerita mistis yang membuatnya tetap dikeramatkan oleh masyarakat setempat hingga kini.

Mantan Kepala Desa Bola sekaligus juru kunci situs tersebut, La Gunti menceritakan, dahulu penduduk setempat harus menempuh jarak berkilometer untuk mendapatkan sumber air bersih. Hingga suatu hari, seorang pria lanjut usia bernama La Watanjo—atau lebih dikenal sebagai La Rano—secara tidak sengaja menemukan mata air tersebut saat berburu rusa di hutan bersama hewan peliharaannya.

Seiring waktu, sumber air itu dikenal dengan nama Raano, yang dalam bahasa setempat berarti “darah.” La Gunti menuturkan, terdapat berbagai versi mengenai asal-usul nama tersebut.

Cerita Mistis di Balik Mata Air Raano

Bagi masyarakat setempat, mata air Raano memiliki kisah mistis yang dipercayai secara turun-temurun. Hingga kini, setiap proses pembersihan mata air selalu diiringi dengan pukulan gendang dan gong sebagai bagian dari ritual adat.