Bahkan, pernah terjadi insiden di Desa Bola di mana seorang pendatang mengalami penyakit kulit setelah secara tidak sopan berbicara mengenai mata air yang kala itu dalam keadaan kotor. Akhirnya, Parabela (Ketua Adat) setempat harus turun tangan untuk menangani masalah tersebut.

"Tidak boleh sembarangan bicara saat berada di mata air Raano karena sudah ada korban. Itulah mengapa sampai sekarang sumur ini masih kami keramatkan," tandasnya.

Selain cerita mistis tersebut, beredar pula kepercayaan di kalangan masyarakat bahwa pria maupun wanita dewasa yang belum menikah akan segera menemukan jodohnya setelah meminum air dari mata air Raano.

Warisan Cagar Budaya yang Tetap Terjaga

Terlepas dari kisah mistisnya, mata air Raano telah menjadi sumber air bersih utama bagi warga Desa Bola sejak lama. Hingga hari ini, sumur tersebut masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama saat musim kemarau.